Perbedaan interpreter dan kompiler dalam menerjemah program
Interpreter dan Kompiler memiliki beberapa perbedaan dalam menerjemahkan program. Interpreter menerjemahkan intruksi selama program diminta untuk di eksekusi. Jika seseorang bermaksud menjalankan program tersebut agar dapat di jalankan oleh komputer, mula-mula kode sumber di terjemahkan dulu kedalam bentuk kode mesin perbaris intruksi. Setelah satu baris intruksi tersebut di pahami oleh komputer, intruksi tersebut di jalankan. Lalu interpreter kembali memroses baris intruksi berikutnya.![]() |
| Proses penerjemahaan pada interpreter |
![]() |
| proses penerjemahan kompiler |
Sedangkan kompiler menerjemahkan intruksi kedalam kode objek secara keseluruhan dan setelah di terjemahkan intruksi yang telah di mengerti oleh komputer di jalankan. Proses penerjemahan tersebut dikatakan kompilasi. Setelah kompilasi berakhir maka kompiler tidak di perlukan lagi dan program dapat dijalankan langsung tanpa melalui translator.
Interpreter dan Kompiler memiliki perbedaan dan karena perbedaan interpreter dan kompiler maka lahirlah sebuah kelebihan dan kekurangan di antara mereka. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan antara Interpreter dan kompiler:
Interpreter
kelebihan:
Kemudahan mencari kesalahan seandainya program menghasilkan suatu yang di anggap salah ketika program di jalankan, karena kode sumber selalu tersedia.
kelemahan:
Kode sumber harus selalu tersedia dan eksekusi lambat.
Kompiler
Kelebihan:
1. Pengerjaan intruksi di lakukan dengan sangat cepat.
2. Kode objek dapat didistribusikan kepada komputer lain tanpa perlu menyertakan kode sumber dan kompiler sehingga kerahasian kode sumber tetap terjamin.
Kelemahan:
Seluruh kode sumber harus benar secara syntax agar program bisa diuji.
Perbedaan interpreter dan kompiler dalam menerjemah program


0 Komentar untuk "Perbedaan interpreter dan kompiler dalam menerjemah program"